Dari Workshop ke Buku Sejarah Pakpak: Gerakan Intelektual yang Didukung Penuh Yade Setiawan Ujung

20 Agustus 2024

JAKARTA | Genesis Media Online — Gerakan literasi budaya Pakpak memasuki babak baru melalui forum intelektual yang kini melahirkan buku-buku sejarah, budaya, dan bahasa Pakpak.

Forum tersebut menjadi titik awal penyatuan gagasan untuk mendokumentasikan warisan budaya Pakpak secara ilmiah dan sistematis. Para peserta sepakat bahwa budaya yang hanya diwariskan secara lisan berisiko memudar tanpa dokumentasi tertulis.

Timeline Gerakan Literasi

  • Workshop I — Penguatan gagasan, konsolidasi intelektual, dan penyusunan kerangka literasi budaya.
  • Workshop II — Finalisasi naskah, penyempurnaan materi sejarah, budaya, dan bahasa Pakpak.
  • Penerbitan Buku — Proses editing, layout, desain, hingga buku resmi terbit dan didistribusikan ke perpustakaan daerah.

Dari Diskusi Menjadi Referensi Ilmiah

Dukungan pembiayaan dan komitmen berkelanjutan memungkinkan gerakan ini berkembang dari forum diskusi menjadi karya nyata yang kini telah memperkaya koleksi literasi budaya di berbagai perpustakaan daerah.

Buku-buku yang lahir dari proses tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun kesadaran sejarah dan identitas masyarakat Pakpak di tengah arus modernisasi.

“Kehadiran buku-buku ini adalah bagian dari ikhtiar Forum Intelektual Suku Pakpak untuk melestarikan sejarah, identitas, dan budaya Pakpak,” ujar Yade Setiawan Ujung.

Buku-buku ini merupakan hasil kerja kolektif Forum Intelektual Suku Pakpak, yang terbentuk dari semangat para intelektual dalam Workshop pertama pada September 2024. Workshop tersebut menjadi tonggak kebangkitan kesadaran akan pentingnya memahami serta menjaga warisan budaya dan sejarah yang selama ini belum sepenuhnya dikenal oleh sebagian masyarakat Pakpak.

Melalui buku ini, forum ingin mempersembahkan karya yang tidak hanya mendokumentasikan sejarah dan kebudayaan Suku Pakpak, tetapi juga mengajak pembaca merenungi kembali nilai-nilai luhur warisan leluhur.

Yade berharap, buku ini menjadi jembatan pengetahuan yang mempererat silaturahmi masyarakat Pakpak sekaligus mendorong pengembangan sumber daya manusia yang tangguh dan berdaya saing.

“Melestarikan budaya bukan hanya tentang mengenang masa lalu, tetapi juga membangun masa depan yang berakar pada identitas yang kuat,” tambahnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung proses penyusunan hingga penerbitan buku ini. Semoga upaya kolektif ini menjadi amal jariyah yang bermanfaat bagi generasi kini dan mendatang.

Editor: Genesis Media Online
Kategori: Budaya | Literasi | Gerakan Intelektual Pakpak (Dr. SM Solin | GMO-001)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top