Home

Layanan Kami: Penerbitan Buku, Book Chapter Kolaborasi, Editing &Proofreading, Layout & Disain Cover, Pengurusan ISBN & HKI, Cetak & Distribusi

Sahala Martua Solinhttps://orcid.org/0000-0002-1003-6942 | Politeknik Pariwisata NHI Bandung | san@poltekpar-nhi.ac.id

ABSTRAK
Eksistensi bahasa Pakpak di kalangan keluarga dan komunitas perantau suku Pakpak dari waktu ke waktu semakin tergerus oleh ketidakpahaman ‘tulisan dan pengucapannya.’ Sebagai prakarsa untuk mempertahankan visinya melawan gerusan peradaban, demi pelestarian budaya dan kebiasaan karakter kebahasaan etnis tersebut, penulis mencari dan menemukan tulisan asli Pakpak untuk mendapatkan karakter-karakter huruf yang menjelaskan bagaimana pengungkapannya dalam bahasa sehari-hari. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif, pengumpulan data melalui studi pustaka, observasi, wawancara online, dan analisis dokumen. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk a) menginternalisasikan karakter-karakter tulisan Pakpak demi cinta indentitasnya; dan b) dapat disosialisasikan sebagai suatu alternatif lain dalam proses pembelajaran karakter-karakter tulisan dan bahasa suku demi kebangkitan kearifan lokal yang berbasis estetika dan etika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan pemahaman tulisan Pakpak dapat menumbuhkan karakter sosok individu yang memiliki kepribadian.
Kata kunci: internalisasi, karakter tulisan, pakpak, bahasa pakpak

GENESIA MEDIA ONLINE | Nasional – Kamis, 19 Maret 2026 | Kabar membanggakan datang dari Tanah Pakpak, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara. Dr. Yade Setiawan Ujung resmi menyandang pangkat Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol) pada awal tahun 2026. Pencapaian ini menjadi momen bersejarah, tidak hanya bagi institusi Polri, tetapi juga menjadi kebanggaan besar bagi Suku Pakpak, yang kembali melahirkan tokoh nasional berpengaruh di bidang keamanan dan kebijakan publik. Karier Yade dimulai dari bawah sebagai Pamapta di Polresta Surakarta (2000). Posisi ini membentuk karakter kepemimpinan yang kuat melalui pengalaman langsung di tengah masyarakat. Perjalanan kariernya terus berkembang melalui berbagai jabatan:
Kapolsek, Kanit Reskrim, Perwira di Polda Metro Jaya, Kapolres Malang (2016). Saat menjabat di Malang, ia dikenal sebagai pemimpin yang humanis, komunikatif, dan solutif, dengan pendekatan yang mengedepankan dialog dan kepercayaan masyarakat. Yade tidak hanya unggul dalam tugas operasional, tetapi juga dalam dunia akademik: S1 Hukum; S2 Universitas Indonesia; Doktor Kebijakan Publik Universitas Padjadjaran. Ia juga mencatatkan diri sebagai:
🏅 Lulusan Terbaik Akpol (Tri Sakti Wiratama Emas); 🏅 Terbaik PTIK (Wiyata Cendekia); 🏅 Terbaik Sespimmen & Sespimti
Prestasi ini menegaskan komitmennya terhadap belajar tanpa henti dan kepemimpinan berbasis ilmu.
Yade pernah menduduki sejumlah posisi strategis: Direktur Kerja Sama Internasional BIN Baintelkam Polri
Spripim Kapolri, Sekpri Wakapolri, Kabagbinops Polda Sulteng
Ia juga mengikuti pendidikan internasional seperti: ILEA Bangkok, IVLP Amerika Serikat. Pada 2025, ia dipercaya sebagai Asisten Deputi Koordinasi Kamtibmas di Kemenko Polkam, yang memperkuat perannya dalam merancang kebijakan keamanan Nasional. Di balik peran strategisnya, Yade tetap menunjukkan kecintaan terhadap budaya asalnya. Dalam berbagai kesempatan, ia tampil mengenakan busana adat Pakpak, sebagai simbol penghormatan terhadap identitas leluhur. Hal ini menjadikannya bukan hanya tokoh nasional, tetapi juga: Sepanjang pengabdiannya, Yade telah menerima berbagai penghargaan: ⭐ Dua Pin Emas Kapolri; ⭐ Penghargaan Pelayanan Publik Prima; ⭐ Zona Integritas WBK & WBBM; ⭐ Apresiasi penanganan kasus anak. Ia juga menulis buku “Waspadai The Next Covid”, sebagai kontribusi pemikiran dalam menghadapi tantangan global. Perjalanan Yade Setiawan Ujung membuktikan bahwa: Anak daerah mampu menjadi pemimpin nasional tanpa meninggalkan akar budaya. Dari jalanan Surakarta hingga pusat kebijakan negara, ia menunjukkan bahwa keberhasilan lahir dari: Disiplin, Integritas, Ketekunan, Dan kecintaan pada budaya.
Kenaikan pangkat Brigadir Jenderal Polisi ini menjadi simbol harapan dan inspirasi, khususnya bagi generasi muda Pakpak dan Sumatera Utara. Yade Setiawan Ujung bukan hanya milik institusi, tetapi juga milik masyarakat—sebagai teladan, inspirasi, dan kebanggaan daerah. (SM Solin | gmo01)

Ferbruary 11, 2026 | SIDIKALANG | Genesis Media Online – Wakil Bupati Dairi, Wahyu Daniel Sagala, secara resmi menyerahkan sejumlah buku tentang sejarah, budaya, dan bahasa Pakpak kepada Perpustakaan Raja Naga Jambe, yang berlokasi di Sidikalang, Kabupaten Dairi. Penyerahan buku tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Dairi dalam memperkuat literasi berbasis kearifan lokal serta melestarikan warisan budaya Pakpak melalui dokumentasi tertulis.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati menyampaikan bahwa buku bukan sekadar media bacaan, melainkan instrumen penting dalam menjaga identitas dan peradaban suatu daerah. Ia menegaskan bahwa pelestarian budaya harus dilakukan secara sistematis, termasuk melalui penerbitan dan distribusi buku-buku berkualitas yang dapat diakses masyarakat luas.
“Budaya tidak cukup diwariskan secara lisan. Kita harus mendokumentasikannya secara ilmiah dan tertulis agar generasi mendatang tetap mengenal jati diri mereka,” ujar Wakil Bupati.
Buku-buku yang diserahkan memuat berbagai kajian tentang sejarah masyarakat Pakpak, adat istiadat, sistem sosial, tradisi budaya, hingga penguatan bahasa daerah sebagai identitas etnis. Koleksi tersebut diharapkan menjadi referensi penting bagi pelajar, mahasiswa, peneliti, serta masyarakat umum yang ingin memperdalam pemahaman tentang kebudayaan Pakpak.
Kepala Perpustakaan Raja Naga Jambe menyambut baik dukungan tersebut dan menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah daerah terhadap pengembangan literasi lokal. Dengan bertambahnya koleksi buku bertema budaya Pakpak, perpustakaan diharapkan semakin menjadi pusat rujukan ilmiah dan budaya di Kabupaten Dairi.
Penyerahan ini juga mencerminkan sinergi antara pemerintah daerah, penerbit, dan komunitas literasi dalam membangun ekosistem pendidikan berbasis nilai-nilai lokal. Langkah ini dinilai strategis dalam mendukung penguatan karakter generasi muda melalui pengenalan sejarah dan budaya daerahnya sendiri.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Dairi kembali menegaskan komitmennya dalam memajukan literasi, menjaga warisan budaya, serta mendorong pengembangan sumber daya manusia yang berakar pada nilai-nilai kearifan lokal. (SM Solin | gmo01)

February 12, 2026 | SALAK | Genesis Media Online – Wakil Bupati Pakpak Bharat, Matsuhito Solin, menyerahkan secara resmi sejumlah buku tentang sejarah, budaya, dan bahasa Pakpak kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pakpak Bharat di Salak, Kabupaten Kabupaten Pakpak Bharat.
Penyerahan buku tersebut merupakan bentuk dukungan nyata pemerintah daerah dalam memperkuat literasi berbasis budaya lokal sekaligus menjaga warisan intelektual masyarakat Pakpak agar terdokumentasi secara ilmiah dan berkelanjutan.
Penguatan Identitas dan Literasi Daerah
Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati menegaskan pentingnya dokumentasi tertulis sebagai sarana pelestarian budaya. Menurutnya, buku menjadi media strategis untuk memastikan nilai-nilai sejarah, adat, dan bahasa daerah tetap hidup di tengah arus modernisasi.
“Sejarah dan budaya adalah identitas kita. Melalui buku, kita memastikan generasi muda mengenal akar budayanya dan memiliki kebanggaan terhadap warisan leluhur,” ujar Dr. Matsuhito Solin.
Buku-buku yang diserahkan memuat berbagai kajian tentang sejarah masyarakat Pakpak, sistem sosial dan adat istiadat, nilai-nilai budaya, hingga penguatan bahasa daerah sebagai identitas etnis yang perlu dijaga secara berkesinambungan.
Perpustakaan sebagai Pusat Rujukan Budaya Pakpak
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pakpak Bharat menyambut baik dukungan tersebut. Penambahan koleksi buku bertema budaya lokal diharapkan memperkaya referensi bagi pelajar, mahasiswa, akademisi, serta masyarakat umum yang ingin memperdalam pemahaman tentang sejarah dan budaya Pakpak.
Langkah ini juga dinilai sebagai strategi pembangunan sumber daya manusia berbasis kearifan lokal, di mana literasi menjadi fondasi utama dalam membangun karakter dan wawasan kebangsaan.
Komitmen Berkelanjutan Pemerintah Daerah
Penyerahan buku ini mencerminkan sinergi antara pemerintah daerah, penerbit, dan komunitas literasi dalam memperkuat ekosistem pendidikan dan kebudayaan di Kabupaten Pakpak Bharat. Pemerintah daerah berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan guna mendukung pengembangan literasi daerah secara berkelanjutan.
Dengan adanya dokumentasi budaya dalam bentuk buku, diharapkan generasi mendatang tidak hanya mengenal sejarahnya, tetapi juga mampu melestarikan dan mengembangkannya sebagai bagian dari identitas daerah yang membanggakan. (SM Solin | gmo01)

19 Desember 2024 | Salak | Genesis Media Online — Gerakan Literasi Budaya Pakpak. JAKARTA — Gerakan literasi budaya Pakpak tidak lahir secara instan. Ia dimulai dari sebuah inisiatif strategis untuk mengumpulkan para intelektual, akademisi, tokoh adat, dan pemerhati budaya dalam satu forum diskusi yang kini menjadi fondasi lahirnya buku-buku sejarah, budaya, dan bahasa Pakpak. Kegiatan tersebut mendapat dukungan penuh dari Yade Ujung, yang tidak hanya menjadi penggerak utama, tetapi juga sponsor sejak tahap awal hingga proses penerbitan buku selesai. orum tersebut menjadi titik awal konsolidasi pemikiran untuk mendokumentasikan warisan budaya Pakpak secara ilmiah. Kesadaran bersama muncul bahwa budaya yang hanya diwariskan secara lisan berisiko hilang tanpa dokumentasi tertulis. “Literasi budaya harus menghasilkan karya nyata. Kita tidak boleh berhenti pada diskusi, tetapi harus melahirkan buku agar sejarah dan identitas Pakpak tetap hidup,” tegas Bachtiar Ujung dalam pernyataannya pada kegiatan tersebut.” Workshop II ini:
Mempertegas naskah yang sudah selesai melalui Workshop & Seminar ke-2, demi penguatan substansi sejarah, budaya, dan bahasa suku Pakpak sebelum masuk tahap penerbitan dan distribusi. Penerbitan Buku:
Proses editing profesional, layout, desain, hingga buku resmi terbit dan didistribusikan ke perpustakaan daerah sebagai referensi ilmiah. Dukungan pembiayaan dan komitmen berkelanjutan memungkinkan gerakan ini berkembang dari forum diskusi menjadi karya nyata. Buku-buku yang lahir dari proses tersebut kini menjadi rujukan penting dalam membangun kesadaran sejarah dan memperkuat identitas budaya masyarakat Pakpak. Editor: Genesis Media Online
Kategori: Budaya | Literasi | Gerakan Intelektual Pakpak(Dr. SM Solin | GMO-001)

20 Agustus 2024 | AKARTA | Genesis MAdia Online — Gerakan literasi budaya Pakpak memasuki babak baru melalui forum intelektual yang kini melahirkan buku-buku sejarah, budaya, dan bahasa Pakpak. Workshop I — Penguatan gagasan, konsolidasi intelektual, dan penyusunan kerangka literasi budaya. Workshop II — Finalisasi naskah, penyempurnaan materi sejarah, budaya, dan bahasa Pakpak. Penerbitan Buku — Proses editing, layout, desain, hingga buku resmi terbit dan didistribusikan ke perpustakaan daerah. Dukungan pembiayaan dan komitmen berkelanjutan memungkinkan gerakan ini berkembang dari forum diskusi menjadi karya nyata yang kini telah memperkaya koleksi literasi budaya di berbagai perpustakaan daerah. Buku-buku yang lahir dari proses tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun kesadaran sejarah dan identitas masyarakat Pakpak di tengah arus modernisasi. “Kehadiran buku-buku ini adalah bagian dari ikhtiar Forum Intelektual Suku Pakpak untuk melestarikan sejarah, identitas, dan budaya Pakpak,” ujar Yade Setiawan Ujung.” Buku-buku ini merupakan hasil kerja kolektif Forum Intelektual Suku Pakpak, yang terbentuk dari semangat para intelektual dalam Workshop pertama pada September 2024. Workshop tersebut menjadi tonggak kebangkitan kesadaran akan pentingnya memahami serta menjaga warisan budaya dan sejarah yang selama ini belum sepenuhnya dikenal oleh sebagian masyarakat Pakpak. Melalui buku ini, forum ingin mempersembahkan karya yang tidak hanya mendokumentasikan sejarah dan kebudayaan Suku Pakpak, tetapi juga mengajak pembaca merenungi kembali nilai-nilai luhur warisan leluhur. Yade berharap, buku ini menjadi jembatan pengetahuan yang mempererat silaturahmi masyarakat Pakpak sekaligus mendorong pengembangan sumber daya manusia yang tangguh dan berdaya saing. “Melestarikan budaya bukan hanya tentang mengenang masa lalu, tetapi juga membangun masa depan yang berakar pada identitas yang kuat,” tambahnya. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung proses penyusunan hingga penerbitan buku ini. Semoga upaya kolektif ini menjadi amal jariyah yang bermanfaat bagi generasi kini dan mendatang. Editor: Genesis Media Online
Kategori: Budaya | Literasi | Gerakan Intelektual Pakpak (Dr. SM Solin | GMO-001)

Menerbitkan Buku, Artikel Ilmiah, Jurnal Akademik, dan Karya Budaya Nusantara

Genesis Media Online adalah penerbit independen yang bergerak dalam bidang penerbitan buku ilmiah, karya akademik, literasi budaya, serta publikasi jurnal dan artikel ilmiah nasional. Kami berkomitmen mendukung penulis, akademisi, peneliti, dan praktisi dalam mewujudkan karya tulis yang berkualitas, terbit resmi ber-ISBN, dan terdistribusi secara profesional. – ISBN Resmi, – Layout & Editing Profesional, – Desain Cover Premium, – Distribusi Cetak & Digital

Scroll to Top