Ferbruary 11, 2026
SIDIKALANG | Genesis Media Online — Penyerahan buku sejarah, budaya dan bahasa Pakpak menjadi bagian dari upaya memperkuat literasi dan pelestarian budaya daerah.

Dokumentasi penyerahan buku sejarah dan budaya Pakpak kepada pihak perpustakaan daerah.
Sidikalang – Wakil Bupati Dairi, Wahyu Daniel Sagala, secara resmi menyerahkan sejumlah buku tentang sejarah, budaya, dan bahasa Pakpak kepada Perpustakaan Raja Naga Jambe, yang berlokasi di Sidikalang, Kabupaten Dairi.
Komitmen Pelestarian Budaya
Penyerahan buku tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Dairi dalam memperkuat literasi berbasis kearifan lokal serta melestarikan warisan budaya Pakpak melalui dokumentasi tertulis.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati menyampaikan bahwa buku bukan sekadar media bacaan, melainkan instrumen penting dalam menjaga identitas dan peradaban suatu daerah. Ia menegaskan bahwa pelestarian budaya harus dilakukan secara sistematis, termasuk melalui penerbitan dan distribusi buku-buku berkualitas yang dapat diakses masyarakat luas.“Budaya tidak cukup diwariskan secara lisan. Kita harus mendokumentasikannya secara ilmiah dan tertulis agar generasi mendatang tetap mengenal jati diri mereka,” ujar Wakil Bupati.
Buku-buku yang diserahkan memuat berbagai kajian tentang sejarah masyarakat Pakpak, adat istiadat, sistem sosial, tradisi budaya, hingga penguatan bahasa daerah sebagai identitas etnis. Koleksi tersebut diharapkan menjadi referensi penting bagi pelajar, mahasiswa, peneliti, serta masyarakat umum yang ingin memperdalam pemahaman tentang kebudayaan Pakpak.
Kepala Perpustakaan Raja Naga Jambe menyambut baik dukungan tersebut dan menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah daerah terhadap pengembangan literasi lokal. Dengan bertambahnya koleksi buku bertema budaya Pakpak, perpustakaan diharapkan semakin menjadi pusat rujukan ilmiah dan budaya di Kabupaten Dairi.
Penyerahan ini juga mencerminkan sinergi antara pemerintah daerah, penerbit, dan komunitas literasi dalam membangun ekosistem pendidikan berbasis nilai-nilai lokal. Langkah ini dinilai strategis dalam mendukung penguatan karakter generasi muda melalui pengenalan sejarah dan budaya daerahnya sendiri.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Dairi kembali menegaskan komitmennya dalam memajukan literasi, menjaga warisan budaya, serta mendorong pengembangan sumber daya manusia yang berakar pada nilai-nilai kearifan lokal. (SM Solin | gmo01)